5 Peran Inkubator untuk Mengembangkan Ekosistem Startup di Indonesia

Tahun 2016 lalu pemerintah meluncurkan program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Bekerja sama dengan community builder lokal, program ini berambisi untuk menciptakan 1.000 startup hingga tahun 2020, dengan total valuasi yang mencapai US$10 miliar (sekitar Rp133 triliun).

Salah satu dari lima strategi yang dipakai pemerintah adalah tahap inkubasi. Mengapa pemerintah menggunakan inkubasi untuk mewujudkan program tersebut?

Pertama-tama, pengertian inkubasi sendiri adalah proses membantu startup ketika masih dalam tahap awal atau belum mendapatkan pendanaan dari pihak luar. Bantuan yang diberikan biasanya berupa mentoring, arahan, co-working space, dan terkadang juga memberikan pendanaan. Pihak yang melakukan aktifitas inkubasi disebut sebagai inkubator. Secara singkat, tujuan utama dari inkubator adalah membantu startup untuk dapat berkembang dengan lebih cepat.

Berikut adalah lima peran inkubator untuk membantu startup dan mengembangkan ekosistem startup di Indonesia.

1. Akses ke komunitas dan network bisnis

Inkubator adalah tempat dimana banyak entrepreneur berkumpul. Banyak dari mereka telah mengalami permasalahan yang sama sebelumnya dan dapat memberikan saran atas masalah tersebut. Bertemu dengan para entrepreneur di dalam program inkubasi dapat menciptakan diskusi yang produktif, selain memperluas network juga mendapatkan ide untuk solusi permasalahan yang ada.

Startup pada tahap awal biasanya memiliki kesulitan untuk mendapatkan partner bisnis yang pas. Jika bukan karena harga yang mahal, mereka biasanya enggan untuk bekerja sama dengan startup yang umurnya masih relatif muda. Inkubator memiliki akses ke key player yang berpotensi untuk membuka kesempatan besar. Inkubator yang didukung oleh perusahaan besar di belakangnya juga dapat menjadi partner yang potensial. Bantuan yang diberikan inkubator biasanya berupa perkenalan langsung atau pengadaan acara untuk mendatangkan para pemain penting di komunitas startup.

2. Dukungan dari mentor yang berpengalaman

Membangun startup menuntut seorang entrepreneur untuk dapat mengerjakan semua hal sekaligus, khususnya pada tahap awal ketika startup masih belum memiliki dana untuk mempekerjakan orang yang berpengalaman. Di luar dari produk yang hendak dibangun, pengetahuan akan aspek utama bisnis seperti marketing, sales, business development, operation, dan finance harus mumpuni.

Mentor yang memiliki pengalaman sebagai entrepreneur dapat berbagi pengalaman mereka dalam membangun startup. Mereka dapat memberikan arahan yang tepat serta menstimulasi ide untuk memecahkan persoalan yang ada. Di dalam sebuah inkubator biasanya ada beberapa mentor yang memang berdedikasi untuk membantu startup di dalamnya. Tak jarang inkubator juga mengadakan workshop dengan topik yang biasanya paling dibutuhkan oleh para startup.

3. Validasi ide

Bagi sebuah startup, membangun solusi yang diinginkan orang adalah harga mutlak. Entrepreneur biasanya memiliki ide yang inovatif, namun belum tentu dapat bekerja. Oleh karena itu mereka membutuhkan pendapat orang lain atas produk yang dibangun. Inkubator merupakan tempat yang tepat untuk memberikan masukan atas produk yang dibuat, apakah memenuhi kebutuhan pasar, memecahkan persoalan yang ada, serta memiliki model bisnis yang masuk akal untuk jangka panjang.

Selain itu, untuk mengetahui apa yang dibutuhkan orang, entrepreneur juga harus mau keluar dari zona nyaman dengan berbicara kepada sebanyak mungkin calon pengguna. Karena apa yang kita pikir orang butuhkan kadang tidak selalu benar, satu-satunya cara untuk mengetahui hal tersebut adalah dengan berbicara secara langsung kepada mereka. Inkubator merupakan tempat yang tepat untuk bertemu dengan banyak calon pengguna dan mendapatkan masukan.

4. Bantuan infrastruktur

Di pusat bisnis Jakarta, harga sewa kantor sangat mahal khususnya bagi startup yang belum memiliki dana besar. Inkubator menyediakan co-working space yang dapat digunakan secara gratis atau dengan biaya sangat murah. Startup mendapatkan akses ke ruang kantor yang lengkap dengan internet cepat, meja kerja, ruang rapat, pantry, serta kebutuhan kantor lainnya dengan desain kantor menarik untuk menunjang kreativitas.

Dengan tersedianya semua kebutuhan kantor, startup dapat fokus membangun produk mereka tanpa terganggu dengan kegiatan administratif. Co-working space juga merupakan tempat berkumpulnya para entrepreneur dan ide kreatif. Karena memulai bisnis secara bersama-sama, orang di dalam inkubator cenderung mendukung satu sama lain dan membantu ketika dibutuhkan. Inkubator sering memunculkan hubungan bisnis dan persahabatan yang bertahan lama bahkan hingga startup yang dibangun telah sukses.

5. Akses ke investor

Inkubator adalah tempat investor mencari startup menarik untuk diberikan pendanaan. Startup dengan ide yang telah divalidasi dan menunjukkan perkembangan signifikan umumnya menarik perhatian investor. Inkubator juga memiliki program demo day untuk memperkenalkan startup binaan mereka.

Investor pada umumnya memiliki kepercayaan terhadap startup di bawah naungan inkubator yang telah terbukti menghasilkan startup yang bagus. Tak jarang ada perusahaan besar yang berada di belakang program inkubator. Perusahaan besar ini biasanya memiliki inisiatif untuk mendukung perkembangan startup di Indonesia dan memberikan pendanaan bagi startup yang relevan dengan bisnis mereka ataupun memiliki potensi bisnis yang besar.