6 Perbedaan Mendasar Antara Co-Working Space dan Inkubator

Studi dari Deskmag’s 2nd Annual Co-working Survey menyatakan bahwa co-working memberikan pengaruh positif terhadap cara kerja orang-orang di dalamnya. Responden survei menyatakan bahwa lingkungan co-working membuat produktivitas mereka meningkat hingga 75% dan menambah network bisnis sebanyak 80%.

Kondisi kerja co-working memberikan solusi bagi kamu para entrepreneur yang baru saja mulai membangun produk. Kamu dapat bertemu entrepreneur lain untuk memperluas networking serta dapat mendapatkan masukan atas produk yang kamu buat.

Selain co-working space, inkubator juga menyediakan tempat kerja berbasis sharing. Kedua tempat ini sangat cocok bagi pelaku startup yang berada pada tahap awal. Meskipun sama-sama menyediakan tempat untuk bekerja, co-working space dan inkubator memiliki tujuan dan cara kerja yang berbeda.

Berikut adalah enam perbedaan mendasar antara co-working space dan inkubator.

1. Harga

Co-working space merupakan tempat kerja berbasis rental yang dapat disewa per jam / bulan / tahun. Harga sewa co-working space di Jakarta beragam, mulai dari Rp 50.000 per hari dan Rp 500.000 per bulan. Berbeda dengan co-working space, kebanyakan inkubator memberikan harga sangat rendah atau bahkan gratis. Startup mendapatkan tempat kerja gratis dan sebagai gantinya memberikan sekian persen saham mereka.

Beberapa inkubator memberikan harga subsidi — jauh lebih murah dibandingkan dengan co-working space, namun tidak mengambil persentase saham sama sekali.

2. Komitmen dan waktu

Co-working space pada dasarnya tidak menuntut apa-apa dari sisi bisnis yang kamu kembangkan. Kamu juga dapat menyewa tempatnya sampai kapan pun kamu mau.

Inkubator sangat berbeda dalam hal ini. Mereka memberikan banyak tenaga, waktu dan kadang uang ke bisnis yang kamu buat sehingga mereka mengharapkan hasil nyata. Kamu dituntut untuk menunjukkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Biasanya akan ada review setiap kuartal untuk melihat bagaimana perkembangan startup kamu. Sebagian inkubator juga memiliki program dengan periode pasti dan kamu harus berkomitmen untuk mengikuti programnya hingga selesai.

3. Bimbingan

Co-working space tidak memiliki program bimbingan yang khusus dibuat untuk para startup. Jika pun ada, kamu harus bayar untuk dapat bergabung.

Salah satu manfaat utama inkubator adalah mereka menyediakan bimbingan dan pelatihan yang dirancang khusus untuk startup. Inkubator biasanya memiliki para mentor yang siap memberikan bimbingan seputar membangun startup. Baik co-working space maupun inkubator juga mengadakan sesi sharing dari entrepreneur yang lebih berpengalaman. Kamu juga dapat belajar dari entrepreneur lain yang bekerja di sana.

4. Pendanaan

Co-working space tidak memberikan pendanaan kepada startup di dalamnya. Namun co-working space yang bagus biasanya mengundang banyak investor yang mencari startup untuk diberikan investasi. Beberapa co-working space di Jakarta dikelola oleh venture capital (VC). Jadi, masuk ke dalam co-working space tersebut adalah salah satu cara untuk mendapatkan akses ke pendanaan.

Beberapa program inkubator langsung memberikan seed funding bagi startup yang terpilih untuk ikut program mereka. Selain itu, banyak perusahaan besar yang memang tertarik untuk berinvestasi di startup yang mengelola inkubator. Sama halnya dengan co-working space, hal ini dapat membuka kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dari perusahaan-perusahaan tersebut.

5. Network

Baik inkubator ataupun co-working space memiliki network yang luas dan dapat memperkenalkan orang yang tepat kepada kamu. Namun, inkubator memiliki komitmen lebih untuk melakukan hal ini dikarenakan tujuan mereka adalah agar startup binaan mereka sukses.

Kesuksesan sebuah inkubator dapat dilihat dari seberapa sukses startup yang mengikuti programnya. Karena itu, inkubator akan fokus membantu para startup di dalamnya.

6. Staff dan layanan

Co-working space memiliki staf yang dapat membantu segala hal yang berkaitan dengan tempat yang kamu sewa, tapi mereka tidak dilatih khusus untuk membantu menyelesaikan masalah startup kamu. Pada dasarnya, co-working space tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang kamu bangun dan sejauh apa perkembangannya.

Inkubator pada umumnya memiliki staf berpengalaman untuk membantu kamu menyelesaikan berbagai persoalan baik yang berhubungan dengan layanan di tempat kerja maupun yang berkaitan dengan membangun startup.